sejuta kisah di Kimia Analisis

Tuesday, March 1, 20110 komentar

Pagi yang sejuk. Tak seperti biasanya, aku berangkat menuju sekolah baruku. Sesampainya disana aku bertemu dengan teman SMP ku. Maklumlah kami masih baru, jadi masih belum berkenalan dengan satu sama lainnya. Bel sekolah berdering. Kami langsung memasuki ruangan. Untuk memulai kegiatan belajar. Sesampainya di kelas, aku duduk di bangku urutan ketiga, dan teman sebangkuku tak lain adalah teman SMPku. Namanya Samsul Arief. Tak lama kemudian Ibu guru dating, dan memberi salam. “Assalamualaikum anak-anak”. Seru ibu guru. Setelah itu seperti biasa, Ibu memperkenalkan dirinya didepan anak-anak. Nah tibalah saatnya ibu guru meminta memperkanalkan diri masing-masing di depan anak. Hal itu terulang hingga semua guru telah usai meperkenalkan dirinya kepada kami. Dan walaupun kami sudah kenal satu sama lain, tapi kami masih enggan untuk menyapa. Saat jam pelajaran berlangsung, kami semua belajar dengan penuh konsentrasi. Sebulan telah berlalu, dan aku mulai akrab dengan teman-teman di kelasku.

Pelajaran yang menyenangkan bagiku adalah pelajaran kimia, karena selama kami di SMP pelajaran tersebut masih baru di mataku. Dulu waktu SMP pelajaran kimia mulai ada waktu aku duduk di kelas IX SMP. Bahan ajarnya pun hanya sedikit. Yang aku ingat adalah tentang bahan pengawet. Saat pelajaran kimia berlangsung. Kami belajar dengan serius, karena yang mengajar kami wakti itu adalah kepala kompetensi keahlian kami. Ibu Dra. Hj. Latifah. Beliau milai memberikan materi pertamanya. Tentang materi. Seperti biasa, di sela-sela kegiatan belajar, beliau memberikan sedikit istirahat kepada otak kami. Agar tidak bosan. Beliau bercerita tentang masa lalu dan muridnya yang sukses. Yang paling saya ingat dari beliau adalah himbauan beliau kepada murid-muridnya untuk tidak sering-sering mengkonsumsi micin. Karena micin dapat mengganggu kecerdasan otak kita. Selain itu, hal yang saya ingat adalah beliau juga sering menghimbau kepada kami agar hati-hati dengan bahan kimia. Karena selain mahal, bahan kimia juga berbahaya bagi kita jika di buat main-main, ya tergantung dari sifat bahan tersebut.

Tak terasa ujian dah menanti kita, bebrapa hari lagi ujian tiba. Siap tidak siap, kami harus tetap melaksanakannya. Dan akhirnya setelah ujian tiba, terutama di mata pelajaran kimia ada beberapa siswa yang remidi (mengulang). Termasuk juga saya. Waduh payah deh. Setelah itu, aku dan teman-teman langsung mengikuti remidi. Namun sebelum remidi dilaksanakan, Ibu Latifah memberikan arahan kepada kami. Baru setelah itu kami remidi. Libur telah tiba. Kebetulan waktu itu sekolah mengadakan kegiatan study wisata ke mojokerto. Semua siswa kelas X mengikuti kegiatan itu. Akan tetapi dibagi menjadi 2 bagian. Karena saking banyaknya siswa. Selama perjalanan, aku sangat senang, dan selam di dalam bus, tak henti-hentinya teman-teman bercanda, bernyanyi sambil mengiramakan gitarnya. Jadi selama perjalanan kami merasa enjoy.

Selang beberapa jam kemudian kami sampai di tempat tujuan. Perlahan kakiku berjalan turun dari bus. Wah aku telah sampai di industri rumah tangga (industri rambak). Ternyata kulit sapi yang di buat untuk membuat rambak bukan hanya dari Indonesia saja. Melainkan dari berbagai Negara. Akan tetapi kulit dari Indonesia lebih bagus. Makanya harganya lebih mahal. Setelah kami menikmati liburan, saatnya back to school. Hari demi hari telah kami lalui di SMKN 1 Pasuruan. Dan pelajaran kimia terus meningkat. Dan aku lebih banyak praktikum. Sampai-sampai kami sering pulang sore. Yah maklum. Praktek kimia memang dibutuhkan waktu yang lama. Apalagi kalau praktek mikrobiologi. Pulangnya tambah sore.

Bulan-bulan kami lalui. Tibalah kenaikan kelas. Bul poinku menari-nari saat mengerjakan soal-soal ujian. Seakan pikiran yang ada dalam otak ini tertuang bagai air yang mengalir. Setelah perjalanan setahun di kelas X akhirnya sampai juga di akhir kelas. Dan waktunya untuk berganti status kelas. Dan akhirnya aku naik ke kelas XI. Seperti biasa, saat di kelas Xi kami dibekali dengan materi kimia yang lebih matang lagi. Karena beberapa bulan lagi aku praktek kerja industri. Praktikum lebih ditingkatkan lagi. Saat menjelang Prakerin, orang tua kami dikumpulkan dan diberi pembekalan tentang persiapan prakerin. Satelah itu baru aku dan teman-teman yang diberi pembekalan.

Menjelang itu, kepala programku ke kelas. Untuk menawarkan kepada siswanya yang kebetulan waktu itu beliau menawarkan “siapa yang ingin magang di Surabaya?”. Spontan aku langsung menganggakat tanganku. Karena aku ingin magang yang jauh dari tempat tinggalku. Namun waktu itu masih belum tau dimana lokasi tempat magangnya. Setelah kurang lebih 2 bulan pengumuman tempat magang di tempelkan dipapan pengumuman. Dan aku kebagian magang di PT. Bayer Indonesia. Salah satu perusahaan pestisida yang ada di kawasan Rungkut Industri Surabaya. Sewaktu ku berangkat magang, ternyata disana aku hanya dapat jatah waktu 2 bulan disana. Berarti sebulannya aku harus pindah ke perusahaan lain. Alhasil setelah 2 bulan disana aku pindah ke perusahaan lain yang ada di pasuruan. Yakni PT. meiji Indonesia. Perusahaan yang bergerak dalam bidang farmasi. Selama di perusahaan ini aku dapat ilmu banyak sekali. Karena aku jadi sedikit mengeti tentang ilmu farmasi.

Hari telah berlalu, magang usai sudah. Dan saatnya kembali ke sekolah. Kangen banget ney. Sudah 3 bulan aku tidak memegang buku pelajaran. Selama magang aku ngerasa nyaman sekali, meski waktu kerjanya menjadi 8 jam disana. Setelah 3 bulan dari magang, saatnya kenaikan kelas. Kelas yang sangat menentukan. Antara sukses atau tidak. Di kelas XII, tidak seperti dulu waktu kelas X dan XI. Karena tahun ini suasananya lebih nyaman. Tidak seperti dulu yang sering pulang sore. Akan tetapi tugasnya semakin sulit. Selain itu, pelajaran kimia yang dulu-dulu di ulang lagi. Untuk mengingat tentang konsep mol, analisa titrimetri, dan sebagainya. Semua tentang kimia di preview lagi di kelas terakhir ini. Belum lagi aku harus menyelesaikan 2 laporan magangku. Apalagi teman magangku anaknya tidak ikut membantu. Jadi aku harus bekerja sendiri. Yah walau berat tapi harus aku jalani. Karena ini menentukan lulus dan tidaknya aku. Waktu terus berjalan dan ujian semester 5 akan menyapa lagi. Di ujian yang sekarang ini berbeda dari yang biasanya. Karena tahun lalu soal ujiannya ada pilihan ganda dan isiannya. Akan tetapi di tahun ini, ujiannya hanya isian saja. Jadi kalau aku tidak belajar, maka apa isi lembar jawabanku nanti? Bisa-bisa hanya berisi tarian bulpoint yang tidak beraturan ney.

Aku menjalani ujian dengan penuh ketegangan. Karena tidak ada lagi istilah feeling. Jadi aku harus berpikir sejeli mungkin dalam mengerjakan soal. Hembusan udara terus mengejar. Dan waktupun terhempas. Ujian juga telahg berakhir. Akan tetapi, liburan di tahun ini aku tidak kemana-mana. Aku hanya terdiam di gubukku. Menikmati udara yang alami. Air yang segar, dan sebagainya. Setelah libur telah usai, kegiatan di sekolahku menjadi berbeda. TRY OUT mulai menyapaku. Dan bimbingan mulai membangunkan bulu tubuhku.. haduh seremnya… hihi…… waktu terus berlari dan selama try out aku tidak pernah sekalipun dinyatakan LULUS. Karena kelemahanku ada pada mata pelajran MATEMATIKA. Aku sama sekali tidak mengerti pada matematika. dia selalu membutakan aku. Sehingga aku tidak bisa menaklukkannya. Semoga saja saat UNAS nanti aku bisa menaklukkannya. Dan kita semia LULUS. Amien. Dan sekarang lagi gencarnya cuap-cuap setelah lulus nanti. Ada yang ingin melanjutkan kuliah termasuk juga aku, dan ada juga yang sekarang sedang menanti panggilan dari persuahaan yang mereka lamar.

Bulan februari mulai menyapa. Dan sekolah mulai bersiap-siap menghadapi UNAS yang semakin dekat. Kegiatan lebih padat. Dan ditahun ini UNAS dilaksanakan di akhir, jadi sebelum UNAS tiba masih banyak ujian-ujian yang harus aku hadapi. Diantaranya adalah Ujian Praktek Kompetensi Keahlian, Ujian Teori Produktif, Ujian Sekolah, dan Ujian Praktek mapel lainnya. Pokoknya pada bulan Maret ini banyak banget yang harus dilakukan. Setelah semua usai. Kita harus hadapi ujian yang merupakan momok besar bagi pelajar seluruh indonesia. Ujian yang menentukan LULUS atau tidaknya kita belajar selama 3 tahun silam. Aku dan berjuta pelajar INDONESIA berharap LULUS. Juangan sampai kita GAGAL. Karena ditahun ini tidak ada lagi ujian paket, dan sebagainya. Jadi untuk smenetara slogan "kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda" kita pending dulu.


TAMAT
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. YASSER HUDAYA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger